Cegah Obesitas Pada Anak yang Suka Ngemil

snack
Photo by Rod Long on Unsplash

Kebiasaan ngemil sering dianggap penyebab terjadinya obesitas. Padahal, sebenarnya ngemil itu boleh-boleh saja lho. Bahkan, bisa menjadi sarana untuk menyehatkan tubuh juga. Jadi, tidak masalah jika anak ingin tetap menikmati biskuit kaleng kesukaannya. Malah, jika anak dilarang untuk mengonsumsinya bisa membuatnya makan secara diam-diam, sehingga lebih tidak terkontrol.

Yap, memang salah satu kunci utama dari kaitan antara obesitas dan ngemil adalah kontrol diri. Nah, supaya kamu gak takut lagi anak mengalami obesitas akibat ngemil, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Beri Contoh

Cara paling efektif untuk mengajarkan anak adalah dengan memberikannya contoh. Sebab, orangtua adalah role model bagi anak. Jadi, sebelum mengatur aktivitas ngemil anak, kamu yang harus terlebih dahulu siap juga untuk melakukannya.

Misalnya kamu ingin meminta anak ngemil camilan sehat seperti sayur dan buah. Namun, kamu sendiri selalu mengonsumsi makanan tinggi gula setiap hari. Anak pasti akan melawan karena kamu sendiri tidak memberikannya contoh.

Buat Jadwal Ngemil

Jadwal ngemil atau yang sering dikenal dengan snacking time bisa membantu kamu untuk mengontrol ngemil anak lebih mudah. Selain itu, adanya jadwal ngemil juga ternyata bisa membantu mengontrol berat badan anak. Kenapa bisa begitu?

Sebab, jadwal ngemil yang dibuat di antara jam makan utama akan membuat perut anak masih agak kenyang atau tidak lapar berlebihan saat mengonsumsi makanan utama (nasi, sayur, dan lauk lainnya). Tidak hanya itu, mencegah anak makan berlebihan saat makan utama juga bisa membantu menyehatkan sistem pencernaan anak. Sebab, sistem pencernaan tidak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan.

Batasi Konsumsi Camilan

Nyemil memang bisa membantu menurunkan berat badan, tetapi jika anak mengonsumsi camilan secara berlebihan tetap saja kurang baik. Jadi, ada baiknya jika kamu membatasi porsi camilan anak dan hanya izinkan anak mengonsumsi camilannya sesuai porsi yang disediakan.

Hal ini juga akan mencegah anak merasa terlalu kenyang saat memasuki jam makan utama. Sebab, walaupun makan banyak saat mengonsumsi makanan utama tidak baik bagi tubuh, tetapi anak tetap harus makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya.

Atur Jenis Camilan

“Kasih anak sayur dan buah aja untuk camilan”. Hal tersebut bisa kamu lakukan jika anak memang gak menyukai camilan manis seperti biskuit dan kue lainnya. Namun, jika anak menyukainya pastinya kasihan dong jika harus kamu larang. Apalagi, larangan ini justru bisa bikin anak mengonsumsinya secara diam-diam.

Sebagai alternatifnya, kamu bisa mrngombinasikan camilan yang dikonsumsi anak. Misalnya pada hari ini menu camilan adalah buah dan sayur. Besok berikan camilan manis untuk jadwal pertama dan sayur untuk jadwal kedua. Jadi, berikan anak kesempatan menikmati makanan kesukaannya sekitar 2 hari sekali dalam porsi yang secukupnya.

Semoga dengan tips di atas, kebiasaan ngemil anak tetap dapat dilakukan dan tidak membuatnya mengalami masalah kenaikan berat badan apalagi obesitas ya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*