Pengertian Biopsi dan Jenisnya (Part 2)

Biopsi jarum

Sebelumnya kita sudah membahas pengertian Biopsi dan beberapa jenisnya yang diambil dari situs mayoclinic. Namun, belum semua jenis biopsi sudah kita bahas. Sebab, berbeda jenis penyakit dan lokasi yang akan dibiopsi, maka akan berbeda pula jenis atau alat biopsi yang akan digunakan. Untuk masalah biayanya sendiri tidak perlu khawatir, karena beberapa perusahaan asuransi kesehatan memberikan fasilitas pertanggungan biaya untuk tindakan ini.

Nah, langsung saja ya kita bahas jenis biopsi dalam pengertian biopsi dan jenisnya part 2:

  • Biopsi jarum

Biopsi ini menggunakan sebuah jarum khusus untuk mengekstrak sel dari area yang mencurigakan. Biasanya, tindakan ini dilakukan pada pasien yang memiliki benjolan pada area tertentu yang dapat dirasakan dengan merabanya. Misalnya, seperti benjolan pada bagian leher atau payudara. Namun, untuk beberapa masalah yang tidak dapat diraba dengan tangan biasapun, biopsi ini bisa dilakukan asalkan areanya masih terjangkau. Untuk kasus ini, proses biopsi akan digabungkan dengan imaging procedure, seperti X-Ray, CT Scan, atau MRI.

Beberapa prosedur biopsi jarum meliputi:

  1. Fine needle aspiration. Pada prosedur ini, sebuah jarum panjang halus akan dimasukkan ke area yang mencurigakan. Setelah itu, sebuah jarum suntik akan digunakan untuk menarik keluar cairan dan sel untuk kemudian dianalisa.
  2. Core needle biopsy. Prosedur ini menggunakan jarum dengan ukuran yang lebih besar, dan memiliki ujung pemotong yang digunakan untuk menarik jaringan dari area yang mencurigakan.
  3. Vacuum-assisted biopsy. Prosedur ini menggunakan sebuah perangkat penghisap yang akan meningkatkan jumlah cairan dan sel-sel yang diekstrak melalui jarum. Cara ini akan mengurangi jumlah berapa kali jarum harus dimasukkan untuk mengumpulkan sample yang dibutuhkan.
  4. Image-guide biopsy. Prosedur ini digunakan untuk area yang tidak dapat diraba, sehingga membutuhkan bantuan dari imaginging procedure.
  • Biopsi kulit

Sesuai namanya, tindakan ini digunakan untuk menganalisa kondisi kesehatan kulit, khususnya untuk mendeteksi adanya melanoma atau jenis kanker lainnya. Ada beberapa prosedur biopsi kulit yang digunakan, tergantung dari jenis kanker dan sel yang mencurigakan. Dan, berikut ini adalah beberapa jenisnya:

  1. Shave biopsy. Pada biobsi ini, dokter akan menggunakan sebuah alat seperti pisau cukup untuk mengikis permukaan kulit dan kemudian menganalisanya.
  2. Punch biopsy. Biopsi ini menggunakan sebuah alat dengan ujung berbentuk lingkaran yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kulit. Alat ini akan menarik kulit hingga lapisan yang lebih dalam dan kemudian dokter akan menggunakan gunting untuk memotong lapisan kulit sesuai dengan yang dibutuhkan untuk proses analisa.
  3. Incisional biopsy. Biopsi ini menggunakan sebuah pisau untuk mengambil area kecil pada lapisan kulit.
  4. Excisional biopsy. Biopsi ini akan mengangkat seluruh benjolan yang ada pada area kulit abnormal yang nantinya akan dianalisa.
  • Biopsi bedah

Biopsi ini adalah pilihan terakhir jika memang area mencurigak tidak dapat diakses dengan biopsi lainnya, atau jika memang kondisinya mengharuskan dilakukan biopsi ini. Pada biopsi ini, dokter akan membuat sebuah sayatan kecil di kulit untuk mengakses area yang dianggap mencurigakan. (Vita)

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on LinkedIn0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*