Gejala dan Faktor Resiko Sleep Apnea

Sleep Apnea

Penderita sleep apnea akan mengalami gangguan pernapasan saat tertidur. Mereka akan mengalami kesulitan bernapas atau bahkan berhenti bernapas selama beberapa detik (sekitar 10 detik) akibat otak gagal memerintahkan otot pernapasan atau akibat adanya hambatan pada saluran pernapasan. Seseorang yang mengalami masalah ini sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sesegera mungkin sebelum kondisinya semakin parah. Sebab gangguan ini akan membuat tubuh dan otak mengalami masalah kekurangan oksigen jika dibiarkan terlalu lama dan akan menjadi sumber berbagai penyakit.

Sleep ApneaSayangnya banyak juga masyarakat yang masih kurang waspada dengan penyakit ini dan menganggap masalah ini adalah hal biasa. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan mereka tentang gejala penyakit ini. Agar Anda lebih paham tentang penyakit ini, berikut ini adalah gejala sleep apnea yang diambil dari situs alodokter:

  • Mendengkur
  • Sering mengalami napas berhenti dan terengah-engah
  • Napas berat dan bersuara
  • Insomnia
  • Mulut terasa kering saat bangun tidur
  • Tenggorokan serak saat bangun tidur
  • Pusing saat pagi hari
  • Mengantuk saat pagi hari
  • Berkeringat secara berlebihan ketika malam hari
  • Mudah marah
  • Depresi
  • Sering terbangun pada malam hari karena sering ingin buang air kecil

Sleep apnea umumnya terjadi dalam rentang waktu satu jam dengan jumlah yang bervariasi tergantung tingkat keparahannya dan dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi, orang dengan beberapa kondisi berikut ini memiliki risiko yang lebih besar, yaitu:

  • Pria memiliki risiko lebih besar mengalami sleep apnea dibandingkan wanita
  • Ukuran leher yang terlalu besar, lebih dari 43 cm, memiliki risiko tinggi mengalami gangguan ini
  • Konsumsi obat penenang atau obat tidur yang berisiko membuat otot tenggorokan mengendur
  • Orang yang memiliki masalah pada struktur tulang hidungnya sehingga membuat risiko penyumbatan saluran pernapasan semakin tinggi
  • Meskipun sleep apnea bisa terjadi pada usia manapun, namun seseorang dengan usia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi
  • Seseorang yang memiliki keluarga langsung dengan riwayat penyakit ini
  • Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman keras

Untuk beberapa risiko di atas mungkin sulit untuk dihindari, misalnya seperti riwayat penyakit ataupun usia. Namun untuk risiko yang berkaitan dengan kebiasaan buruk maka akan lebih baik jika mulai mengurangi atau menghentikan kebiasaan tersebut. (Vita)

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0Share on LinkedIn0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*