Bisakah Bayi Mengalami Skoliosis?

bayi tidur

Skoliosis adalah kondisi ketika kurva tulang belakang tidak membentu pola seperti yang seharusnya. Masalah ini bisa menyerang siapa saja, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa. Skoliosis biasanya dideteksi melalui X-Ray untuk melihat bagaimana polanya dan seberapa parah sudut pola yang terbentuk. Setelah itu barulah penanganan skoliosis mulai dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.

Lalu, bagaimana dengan bayi? Apakah masalah kesehatan ini bisa menyerang bayi yang belum lama lahir?

Ternyata skoliosis juga termasuk masalah kesehatan yang bisa menyerang bayi bahkan ketika baru lahir. Sayangnya, masalah ini tidak bisa dicegah dengan memenuhi nutrisi atau cara lainnya. Sebab hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan penyebab dari masalah ini. Namun, melansir dari situs klikdokter.com, berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan didapatkan hasil bahwa kemungkinan penyebabnya adalah faktor genetik.

Skoliosis yang sering dikenal dengan infantile idiopatic scoliosis merupakan skoliosis yang menyerang anak berusia di bawah 3 tahun. Melansir dari columbiadoctors.org skoliosis ini umumnya terjadi pada bayi dalam rentang usia 6 bulan setelah dilahirkan. Tergolong kasus yang jarang terjadi dan hanya sekitar 1% saja dari total seluruh kasus idiopatic scoliosis yang terjadi.

Penangan skoliosis pada bayi ini sering kali terlambat karena bayi tidak menunjukkan gejala apapun, seperti rewel karena merasa sakit maupun tidak nyaman. Meskipun begitu ketika dilihat dari bentuk postur tubuh, Anda mungkin bisa menemukan perbedaannya. Berikut ini adalah beberapa gejala skoliosis pada bayi: (source: klikdokter.com)

  • Bahu yang tidak rata dan miring
  • Salah satu sisi tulang belikat atau tulang rusuk menonjol
  • Garis pinggang tidak rata
  • Salah satu kaki terlihat lebih panjang
  • Kepala tidak tepat di bagian tengah bahu

Ketika Anda menemukan adanya gejala di atas, maka segera periksakan bayi Anda ke dokter untuk dilakukan penanganan lanjutan. Tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi ini karena banyak kasus infentil idiopatic scoliosis berhasil sembuh seiring bertambahnya usia. Meskipun, ada juga beberapa kasus di mana skoliosis terus berkembang tetapi tergolong jarang. Untuk pengobatannya sendiri langkah yang dilakukan biasanya adalah dengan terapi fisik, menggunakan penyangga (bracing), dan pembedahan (jarang sekali terjadi).

Untuk lebih amannya, jika Anda atau pasangan memiliki keluarga dengan riwayat skoliosis, lebih waaspada dengan masalah kesehatan ini. Perhatikanlah terus perkembangan bayi Anda dan segera lakukan pengecekan jika menemukan adanya masalah. Sebab cara paling efektif untuk mendeteksi skoliosis adalah dengan melakukan rontgen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*